Just in case
"Viral Load untuk melihat keberhasilan pengobatan HIV, Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan."

Kisah Dibalik Cerita pengguna Narkoba

 Hai! Yang nulis artikel ini sekarang adalah Rani. Aku sekarang kuliah di London School of Public Relation yang ambil jurusan Performing Arts Communication. Aku itu awam banget soal drugs. Tapi aku punya cerita nih yang mau aku bagi buat temen-temen yang lain.

Temenku punya kakak perempuan yang dulunya drugs user. Mungkin orang nggak akan pernah nyangka kalo dia adalah drugs user karena kehidupannya sekarang yang normal banget terus bahagia dengan keluarga kecilnya. Dia pertama mengenal narkoba pada saat SMP karena orang tuanya yang cerai dan dia nggak dikasih penjelasan kenapa mereka cerai.


Awalnya dia nyobain ganja dulu karena terjerumus sama temen-temennya yang nakal-nakal gitu. Naiklah peringkatnya ke obat-obatan kayak ekstasi, inex, koplo, dan lainnya. Sampailah dia kepada obat yang menurut aku juga agak menyeramkan namanya putaw. Kenapa menurut aku menyeramkan? Karena aku takut banget sama jarum suntik. Kurang tau juga sih di situ isinya apa. Kakak itu suka banget sama ruangan gelap atau bisa dibilang remang-remang gitu.

Temenku nggak pernah sih ngeliat gimana cara kakaknya pake, cuma suatu hari dia pernah liat kakaknya sama 1 cowok di dalem kamarnya. Cowok itu diiket ke pinggir tempat tidur terus kakaknya nyiapin jarum suntik terus disuntik deh ke cowoknya. Pas ngeliat mungkin temenku cuma shock, dan karena masih kecil dia nggak ngerti jadi ya dia ignore aja.

Dia pernah juga disuruh ke rumah sakit untuk nengokin kakaknya yang usus buntu. Dan itu 2 kali.

Itu kejadian-kejadian yang paling berkesan dan paling diinget sama temenku itu. Sekarang kakak itu udah menjadi ibu rumah tangga yang bahagia memiliki suami yang membebaskan dia dari belenggu narkoba tersebut dan anak perempuan yang cantik dan lucu. Kadang dia suka bertanya sama diri dia sendiri ngeliat bekas suntikan yang ada di tangan kirinya, “kalo suatu hari anak gue nanya tangan gue kenapa, gue musti jawab apa?”

Sedih sih dengernya, tapi ya itu kan resiko yang harus diambil dari hal yang udah dia lakuin dulu

Kalo dari pandangan aku sekarang sebagai orang yang udah lumayan beranjak dewasa sebenernya masalah awalnya itu adalah orang tua. Kalo dari awal orang tua mereka ngejelasin kenapa mereka cerai, alesan, dan lain-lainnya pasti nggak akan kayak begini pada akhirnya. Dan orang tua juga harus ngasih edukasi yang baik dan bener mengenai narkoba, seks, dan hal-hal yang mungkin membahayakan bagi anak mereka.

Inget kejadian yang di tempat tidur kamar itu, nggak pernah bisa dilupa sama temenku. Menurut aku sih, itu nggak baik banget buat perkembangan emosi dan pikiran anak yang melihat. Dia nggak bisa ngomong apa-apa karena dia nggak ngerti juga itu apa. Kalo dia udah gede, pasti dia akan menerobos masuk ke dalam kamar dan mencegah semua itu terjadi.

Banyak banget yang bisa bikin kita masuk ke dalam dunia yang memang bisa membahayakan hidup kita. Mudah-mudahan, kita semua nggak ada yang terjerembab dalam lingkaran itu dan mendapatkan edukasi yang sebaik-baiknya mengenai hal-hal yang memang bisa membahayakan kita. Amin. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Jangan lupa di follow @ODHAberhaksehat dan di visit blog kita yaa http://katamaya.com/kitapeduliaids. Thank you! 🙂

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • kisah odha
  • cerita seks
  • cerita para odha
  • cerita tentang odha
  • cerita seks dewasa
  • kisah para odha
  • cerita hiv
  • cerita diiket
  • kisah kena disuntik narkoba
  • cerita seks smp disuntik