Just in case
"Viral Load untuk melihat keberhasilan pengobatan HIV, Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan."

Sex, Yes or No?

Pacaran itu apa sih? Kalo dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pacaran itu adalah berkasih-kasihan atau bercintaan. Tapi kalo menurut kita, pacaran itu adalah proses gimana kita mengetahui lebih dalam kekurangan, kelebihan, kesukaan ketidak-sukaan, pasangan kita dan mereka mengetahui lebih dalam tentang kita. Yaa masih ada unsur berkasih-kasihannya juga sih sebenernya. Nah sepanjang perjalanan kita mengenal lebih dalam tentang mereka itu, pasti banyak banget rintangan yang harus kita lewatin. Baik itu perbedaan pendapatlah, perbedaan prinsip, apa yang kita atau dia lakuin salahlah, dan lain-lainnya. Itu wajar kok. Tapi sebenernya bukan itu yang bakal kita bahas dari artikel ini.

Pacaran zaman sekarang terkait dengan kehidupan seks juga. Mungkin berapa bulan pacaran, kita sudah dituntut untuk melakukan hubungan seks dengan pasangan. Balik lagi sama masalah tanggung jawab sama diri sendiri. Kita harus tanya sama diri kita, “kita sebenernya sudah siap dan udah bisa nerima semua konsekuensi atas perbuatan yang akan kita lakukan nggak?”

Tetapi selama hubungan seks tersebut dilakukan di luar pernikahan, itu masih terbilang seks bebas. Bahkan nggak jarang seks bebas tersebut dilakukan tidak bersama pasangan. Misalkan pelaku seks aktif atau orang lain yang memang tidak memiliki status dan hubungan apapun dengan kita.

Seks bebas itu nggak kenapa-kenapa kalo dilakuin asal tau dan bisa melakukan seks aman dengan menggunakan alat-alat proteksi yang sekarangpun udah dijual bebas di mana-mana. Misalnya kondom. Kondom ini menjadi salah satu alat proteksi dalam melakukan hubungan seksual karena bisa mencegah kehamilan yang tidak diinginkan juga mencegah penyakit kelamin.

Ada juga loh resiko yang harus ditanggung dari perlakuan seks bebas ini. Kayak yang tadi kita bilang, penyakit kelamin dan kehamilan. Sebenernya keduanya nggak bisa disebut dengan kata-kata ‘hanya’ karena ini berakibat fatal banget buat ke depannya. Kalo kita udah kena penyakit kelamin, kita harus memiliki cukup banyak uang untuk membeli obat, berusaha bertingkah normal padahal apa yang di dalam kita itu tidak normal. Baik itu karena sakit, gatal, dan lain-lainnya.

Belum lagi kalo hamil di luar nikah. Kalo ngomongin dampak yang satu ini bakal panjang urusannya dan nggak bakal berhenti sampe di sini. Bisa aja orang yang menghamili itu nggak mau tanggung jawab, kalo udah kayak gitu pilihan satu-satunya apa? Aborsi. Dengan kita ngelakuin aborsi ini, kita bakal ngebunuh 1 nyawa yang nggak bersalah dan nggak tau apa-apa karena kesalahan kita. Setelah kita aborsi, kita bukan nggak mungkin nggak bisa hamil lagi karena waktu kita ngelakuin aborsi itu ‘dikuretnya’ belum bersih. Belom lagi kalo kita kena kanker karena nggak bersih itu sendiri. Seremkan?

Kalo misalkan orang yang ngehamilin itu mau tanggung jawab. Kita bakal ngerasain rugi sendiri karena kita bakal kehilangan masa remaja yang seharusnya kita lewatin dengan yang seharusnya. Belum lagi kalo masalah keuangan, masalah kebiasaan, dan masalah anak itu datang. Pasti kita belom siap ngadepin itu semua terjadi.

Buat perempuan yang penting adalah keperawanan. Bukan nggak mungkin nanti kalo udah berumah tangga terus berantem si suami bakal bawa-bawa masalah “Kamu tuh udah nggak perawan lagi pas nikah sama saya.” Kita sebagai perempuan ya mati kutulah. Dibilang kayak gitu. Memang nggak semua lelaki menuntut istrinya seperti itu. Tapi ada baiknya kita menjaga itu dari sekarang, biar nanti paling tidak kita masih punya harga diri di hadapan suami kita.

Tapi masih banyak kok perempuan yang menjaga dirinya serta keperawanannya dengan baik sehingga nggak bisa dipermainkan sama orang-orang yang kelak bakal jadi suaminya. Ada baiknya kita menjaga kesucian kita sampe kita nanti punya suami dan mereka bakal sangat bahagia karena bisa mendapatkan kesucian kita. Sedangkan yang melakukan seks bebas itu sendiri, nggak bisa juga kita menghalang-halanginya kalo memang mereka suka dan udah siap nanggung semua resikonya ya nggak apa-apalah. Karena itu juga balik ke diri sendiri, itu pilihan setiap individu yang ada di dunia.

Okay! Segini dulu yaaa yang bisa kita share di rubrik remaja ini? Jangan lupa difollow @ODHAberhaksehat dan kalo ada waktu di visit blog kita sendiri http://katamaya.com/kitapeduliaids. Kalau bukan kita, siapa lagi? 😉

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • apa yang menyebabkan seks terasa enak? hello sehat