Just in case
"Viral Load untuk melihat keberhasilan pengobatan HIV, Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan."

Bagaimana Jika Pacar Saya HIV+

Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Pada kenyataannya, penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang sebenarnya. Manusia yang belum cukup umur dan masih jauh dari kesiapan memenuhi persyaratan menuju pernikahan telah dengan nyata membiasakan tradisi yang semestinya tidak mereka lakukan.

Sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Pacaran

Beberapa poin terkait pacaran yang saya ambil dari Wikipedia. Well, siapa yang belum punya pacaaarrr hayooo?? Tunjuk tangannn.. ahh, pasti rata rata sudah pada punya pasangan deh. Kali ini saya mau sharing sedikit tentang Pacaran. Eits, bukan gimana caranya supaya gak galau yah.. itu mah saya kurang paham ya.. hehehe. Bagaimana jika Pasangan saya hidup dengan HIV? Apakah yang harus saya lakukan? Nah.. menarik kan?? Semoga bermanfaat yaa..

Well, sebenernya Pacaran sama siapapun sama aja, tidak ada berbeda. Namunn, apabila ternyata kamu baru tahu nih pasangan kamu hidup dengan HIV, dan baru cerita sama kamu, atau baru tahu statusnya. Kira kira apa sih yang harus kamu lakukan. Sedikit butuh trick dan kedewasaan saat berhubungan, bukan hanya dengan ODHA. Tapi sama semua orang. Ada beberapa teman dan sahabat yang pasangannya HIV positif dan merekanya engga. Terus Gimana? Ya gak apa apa dong.. Pacaran aja, kenapa mesti takut. Bahkan ada beberapa diantara mereka yang sekarang sudah menikah.

Nah, ini adalah beberapa tips and trick Gratis buat teman2 semua.. tapi kalau ada diantara teman teman sekalian yang kurang setuju, gak apa apa loh. Silahkan banget kalau mau ditambahkan atau diralat. Ini Cuma sharing sedikit dari perspektifnya saya..

1)      INFORMASI

Penting sekali untuk kamu yang punya pasangan hidup dengan HIV tahu informasi dasar, lengkap, tepat dan benar tentang HIV. Mulai dari apa itu HIV dan AIDS, kemudian bagaimana HIV itu menular, cairan apa saja yang dapat menularkan HIV, Bagaimana HIV tidak menular, bagaimana memulihkan kembali kesehatan ODHA, bagaimana terapi ARV, bagaimana bila ingin menikah dengan ODHA, bagaimana ingin punya keturunan. Wahhh.. baru tips nomer 1 aja dah banyak banget kan.. hehehe. Yup, ini hal yang paling mendasar kalo kamu pacaran sama ODHA. Jangan karena kamu gak ngerti informasinya terus kamu putusin dia gara gara HIV? Please deh, 2013 harus Smart dan pinter cari informasi. Putusin pacar tuh karena pacarnya selingkuh, atau karena pacarnya galak.. masa gara2 HIV diputusin. Nah, jangan diputusin dulu pacarnya. Pastikan Informasinya tepat dan benar yaa. Nah, Mendingan sambil minum teh sore sore, sambil browsing informasinya. Nih dikasih deh link-nya

www.odhaberhaksehat.org | www.spiritia.or.id | www.aidsindonesia.or.id | www.ippi.or.id | www.iac.or.id | www.pkni.org  | www.ourvoice.or.id

 

2)     POSITIF THINKING

Pacaran mau sama ODHA ataupun bukan kudunya mah harus Positif thinking. Jangan keseringan berburuk sangka. Jangan ngambek melulu. Kenapa? Yah kalo gak mah jangan pacaran atuh.. kasian hati-nya capek. Hehehe.. yang terpenting lainnya adalah penerimaan. Penerimaan itu penting hukumnya. Sejak awal kamu tahu bahwa pasangan kamu hidup dengan HIV, kamu jangan malah kabur yah. Cari jalan keluarnya bersama, diskusikan dan ngobrol. Apayang bisa kamu lakukan sebagai pacar? Apakah kamu bisa jadi supporternya? Ahh bisa banget! Soalnya nih, kebanyakan orang tahu kalau pacar atau pasangan mereka HIV langsung deh diputusin atau dicerai. Hiks, padahal ODHA tuh gak nyeremin loh. Cantik, ganteng, keren, aduhai.. hehehe.. Dan, HIV tidak semudah itu menular ya.

Mau tau Syarat Penularan HIV, buka Link ini http://www.odhaberhaksehat.org/2012/hiv-hanya-bisa-menular-jika-baca-artikel-ini/

 

3)     KOMUNIKASI

Dengan segala problematikan yang biasa dihadapi ODHA khususnya saat sedang sakit. Setelah tahu informasi lengkapnya, teman teman harus mulai membangun komunikasi yang baik dengan pasangan. Pastikan kalian sama sama tahu kebutuhan satu sama lain. Bukan berarti jika pasangan kamu ODHA terus dia bisa memperlakukanmu layaknya suster di rumah sakit lho. Pengertian dan komunikasi harus dibangun sejak awal. Jadi jangan sampe deh berantem gara gara hal sepele atau yang berhubungan dengan HIV-nya. Pastikan kalian sama sama well information, dan well communicate each other.  Pasangan ngajak nikah? Taraaa… sok aja atuh gpp. Sekarang sudah ada program pencegahan HIV dari orangtua ke anak. Kalian bisa menikah tanpa kamu tertular dari pasangan dan bisa juga punya keturuan yang sehat dan tidak tertular HIV.

4)     PERSOALAN KESEHATAN

Kamu bisa jadi pengingat yang baik buat pasangan. Jangan bikin dia bergantung sama kamu, dia harus juga tetap mandiri. Tapi gak ada salahnya toh sebagai pacar yang baik kita mengingatkan dia untuk beberapa hal. Contohnya nih, jam minum ARV. Walaupun pacar sudah pasang alarm, gak ada salahnya pas jam dia minum obat, kamu bbm/sms dia “yank, jangan lupa minum obat yaa.. I lop yu” hahaha.. romantic kann.. nah gak ada salahnya juga kamu mengingatkan dia untuk makan yang teratur dan bergizi, banyak minum air putih, makan buah an berolahraga. Kalau kamu punya waktu, bisa kok kamuanter dia sebulan sekali, temenin periksakan diri ke dokter sekalian ambil ARV-nya. Supaya kamu lebih tahu informasinya lagi lebih dalam.

5)     KELUARGA

Bagaimana ya dengan keluarga? Apakah sebaiknya orangtua kamu tahu bahwa pasangan HIV? Nah kalo yang ini Cuma teman teman dan paangan kalian yang bisa menjawab. Soalnya mimin kan ga ngerti situasi keluarga kalian. Bicarakan dengan pasangan tentang kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi bila orangtua kamu tahu pasangan HIV. Pastikan juga orangtua kamu Tahu informasi tentang HIV dan AIDS yaaa.. penting nih, bukan berarti unya pasangan HIv aja. Siapapun, mulai sekarang.. coba deh ngobrol sama keluarga kalian tentang apa itu HIV dan AIDS, bagaimana cara penularannya dll. Supaya keluarga kita juga memahami apa iu HIV AIDS dan gak lagi Stigma serta diskriminasi terhadap ODHA.

6)     MASYARAKAT

Ajak pasanganmu untuk gabung dan bersosialisasi dengan teman temanmu, dan lingkungan sekitar. Ada masa dimana orang yang hidup dengan HIV merasa putus asa, dan merasa ditinggalkan. Nah, dengan mengajak mereka ke lingkungan, mungkin mereka akan lebih percaya diri dan gak merasa seperti orang penyakitan terus menerus. nah, sebaliknya, kamu juga bisa kok datang ke pertemuan atau seminar yang berhubungan dengan HIV AIDS. Kalau pasangan  punya pertemuan dengan kelompok dukungannya, gak ada salahnya kan kita jugakut. Biar tambah pinter dan makin sayang sama ODHA. Gak ada lagi deh tuh judulnya Stigma dan diskriminasi.

Berpegangan tangan dan Berpelukan gak Menularkan HIV!! Jadi kalau mau peluk dan pegang tangan pacar kamu boleh bangeett kok.. sayangi tanpa beda ya twips!

Mau dinner bareng terus suap2an? Ya gak apaa, Makan bersama TIDAK menularkan HIV, itu mah Romantisss..

 Hobi Renang dan mau Olahraga dengan pacar? Silahkann.. Renang bersama tidak menularkan HIV ya. Malah bikin badan sehat dan Bugar.

 Nah, sudah tercerahkan belum? Semoga gak jijik lagi ya kalau ketemu sama ODHA. Kalau tiba2 ketemu sama ODHA yang baik hatinya lalu ada bunga bunga asmara, silahkan aja kalau mau pacaran. Siapapun dia, mau HIv ataupun sakit lainnya, sama aja kok. Gak ada bedanya. Yang harus diingat, bahwa kehidupan ini bukan Cuma soal SAYA, tapi ada dia, mereka, kalian, dan orang orang disekitar yang juga punya kehidupan dengan beragam persoalan didalamnya. Gak boleh egois hayoo.. siapapun kamu gak berhak menyakiti orang lain atas dasar apapun, begitupun terhadap ODHA.

 

 

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • pasangan hiv
  • orang tahu kalau kita odha
  • minum obat arv apakah bisa menularkan
  • apakah mempunyai penyakit hiv itu tidak berhak menikah
  • cara mengetahui status hiv pasangan
  • orang hiv minum arv apa bisa kena sakit
  • hal yang harus dilakukan jika pacar kena hiv
  • pasangan sudah positiv hiv
  • penyakit hiv bisa pacaran
  • penyakit hiv boleh pacaran ngak