Just in case
"Viral Load untuk melihat keberhasilan pengobatan HIV, Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan."

Peringatan Hari Hepatitis Sedunia

Sudah saatnya kesehatan tidak diperlakukan sebagai bisnis dan profit semata!

Hi, saya @ayuma_morie. Saya adalah seorang perempuan yang hidup dengan HIV dalam tubuh saya selama 4 tahun terakhir. Sebagai seorang orang tua tunggal yang memiliki seorang buah hati yang menjadi kebanggan saya, pola hidup sehat selalu saya jalankan karena saya ingin hidup lebih lama dan mengantarkan anak kesayangan saya di dalam meraih cita-citanya.

Saat ini, saya aktif melakukan kampanye penyebaran informasi HIV kepada publik melalui kampanye ODHA Berhak Sehat. Melalui media kampanye ini, setiap harinya saya berkomunikasi dengan masyarakat mengenai segala sesuatunya terkait HIV dan AIDS sehingga harapan saya masyarakat bisa terhindar dari infeksi penyakit ini dan bagi yang sudah terinfeksi HIV bisa tetap semangat dalam menjalankan hidupnya. Karena semangat adalah salah satu kunci untuk tetap sehat.

Tanggal 28 Juli, kita peringati sebagai Hari Hepatitis C Sedunia. Saat ini, Kementrian Kesehatan mengestimasikan ada sekitar 7 Juta orang terinfeksi Hepatitis C dengan kecenderungan 10-12 persen akan mengarah kepada kanker hati di Indonesia. Saya adalah salah satu orang yang juga mengidap Hepatitis C. Bagi saya dan puluhan ribu lainnya yang hidup dengan HIV, kondisi ini bertambah buruk sebab berdasarkan penelitian, kami tahu bahwa infeksi HIV akan menyebabkan progresivitas penyakit Hepatitis C semakin memburuk dan akan membawa kami kepada kematian lebih cepat.

Saat ini, WHO telah memasukan obat jenis pegylated interferon yang merupakan komponen utama dalam pengobatan Hepatitis C kedalam list obat-obatan esensial. Namun hal ini tetap menjadi kendala mengingat bahwa harga obat ini masih sangat mahal mencapai 2,5 juta setiap minggunya sehingga untuk total terapi membutuhkan dana lebih dari 250 juta per pasien.

Kita belajar dari pengobatan ARV bagi orang dengan HIV bahwa harga obat bisa ditekan selama ada niat baik dari perusahaan farmasi untuk kepentingan kesehatan publik. Harga ARV yang 10 tahun yang lalu sangat mahal, bisa ditekan sampai tingkat yang bisa dijangkau oleh penduduk di negara berkembang dan ini kemudian menyelamatkan jutaan nyawa termasuk di Indonesia.

Oleh karena itu, saya mempetisi PT Roche Indonesia sebagai salah satu pemegang hak paten untuk obat Hepatitis C agar menurunkan harga pengobatan ini sehingga bisa terjangkau oleh masyarakat Indonesia.

Saya mengajak semua Orang dengan HIV (ODHA), pasien dengan hepatitis C, keluarga pasien dengan Hepatitis C, dokter dan paramedis serta masyarakat semua untuk menandatangani petisi ini demi pengobatan Hepatitis C yang terjangkau bagi kita semua.

Mari dukung petisi di: http://chn.ge/18IhWCZ

Salam,@ayuma_morie.

Facebook Comments