Just in case
"Viral Load untuk melihat keberhasilan pengobatan HIV, Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan."

Kini ODHA Bisa Menikah dan Juga Punya Anak

Tahukah kalian, Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1987 sampai dengan tahun 2011, kasus AIDS telah tersebar di 368 (73,9%) dari 498 kabupaten/kota. Dan pada tahun 2011 tercatat kasus AIDS terbesar justru terjadi pada kelompok ibu rumah tangga (22%) dan 2,7% kasus AIDS ditularkan dari ibu HIV positif ke bayinyanya 2,53%.

Hal ini sangat memprihatinkan, mengingat Lebih dari 90% kasus anak yang terinfeksi HIV, ditularkan melalui proses penularan dari ibu ke anak. Virus HIV dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi HIV kepada anaknya selama kehamilan, pada saat persalinan, dan selama menyusui.

mommy-and-daddy-kissing-baby-small
Namun jangan takut untuk kemudian, sepertinya Orang yang hidup dengan HIV khususnya perempuan, memiliki harapan untuk juga punya kehidupan yang sama dengan perempuan lainnya. Saat ini, Indonesia sama halnya dengan semua orang dengan HIV di Indonesia, sudah menjalankan kebijakan yang diusung oleh lembaga kesehatan Dunia atau WHO tentang Pedoman Prevention HIV from Mother To Child Transmision (PMTCT), atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan PPIA, atau Program pencegahan penularan HIV dari Ibu ke Anak.

Berikut adalah kebijakan program PPIA yang dilaksanakan Direktorat Bina Kesehatan Ibu, Ditjen Bina Gizi dan Kesehatan ibu Anak, kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

1.    Integrasi Program PPIA dalam Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
2.    Kegiatan Komprehensif 4 Prong
3.    Penawaran Tes HIV dan Konseling
4.    Pemberian Obat Anti retroviral (ARV)
5.    Persalinan Aman, Perawatan Nifas dan KB Pasca Persalinan
6.    Pemberian Makanan Bayi

PPIA Dilaksanakan dalam 4 Prong di Layanan Primer, Sekunder, dan Tersier

PRONG 1
Pencegahan penularan HIV pada perempuan usia reproduksi (Pencegahan primer).
Kegiatan : KIE tentang HIV-AIDS,Konseling dan Tes HIV

PRONG 2
Pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan pada perempuan dengan HIV.
Kegiatan: LayananKB, Perencanaan kehamilan dan dukungan psikososial

PRONG 3
Pencegahan terjadinya penularan HIV dari ibu hamil HIV positif ke bayi yang dikandungnya.
Kegiatan:
–    Pelayanan KIA Komprehensif
–    Layanan Tes HIV dan Konseling atas Inisiatif Petugas (TKIP)
–    Pemberian Terapi Antiretroviral
–    Persalinan yang aman
–    Pemberian Konseling HIV dan Pemberian Makanan Bagi Bayi dan Anak, Pemberian ARV Profilaksis

PRONG 4
Pemberian dukungan psikologis, sosial dan perawatan kepada ibu HIV beserta
anak dan keluarganya

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan adalah, Ibu, pasangan, dan keluarga perlu dikonseling terkait keputusan cara persalinan (normal/per vaginam atau seksio caesarea/SC). Tata laksana  persalinan HARUS memperhatikan kondisi fisik ibu berdasarkan penilaian oleh tenaga kesehatan. Dan Persalinan HARUS mengikuti Kewaspadaan Universal.

Sumber Foto : urbanmoms.ca

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • apakah orang yang sudah positif hiv bisa menikah
  • bagaimana odha bisa nikah