Just in case
"Viral Load untuk melihat keberhasilan pengobatan HIV, Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan."

Makna 69 Tahun Kemerdekaan Indonesia, pada ODHA

Seperti yang kita semua sudah tahu, Pada 17 Agustus 1945, Presiden pertama kita Ir.Soekarno membacakan naskah proklamasi, sebagai tanda bahwa Indonesia sudah menyatakan diri merdeka dari penjajahan Jepang dan Belanda. Di moment tersebut juga dilaksanakan pengibaran bendera kebangsaan kita, sang saka merah putih. Dan momen ini kemudian dilestarikan selama 69 tahun, sejak tahun 1945 hingga 17 Agustus yang lalu. Hampir semua lapisan masyarakat mengulang kembali momen bersejarah tersebut.

Dan disaat yang bersamaan saat sang saka merah putih dikibarkan, saat semua masyarakat indonesia bersorak sorai menikmati kegembiraan rasa “Merdeka”, teman teman yang hidup dengan HIV juga merasakan secercah harapan baru di hari kemerdekaan tahun ini. Saat ini orang dengan HIV atau biasa disebut ODHA di Indonesia sudah bisa mengonsumsi obat ARV jenis Efavirenz buatan dalam negeri yang dibuat oleh BUMN kita yaitu PT Kimia Farma. Ini merupakan hal yang ditunggu oleh komunitas ODHA.

1445392obat-ARV780x390

Pada Tahun 2004, Indonesia pertama kali mengeluarkan Peraturan presiden mengenai pelaksanaan paten oleh pemerintah untuk dua jenis obat antiretroviral (ARV). Dan pada Tahun 2007, Peraturan presiden serupa juga kembali ditandatangani dengan menambahkan satu jenis regimen obat ARV. Tahun 2012, kembali Pemerintah Indonesia membuat gebrakan dengan mengeluarkan Perpres nomor 76 tentang pelaksanaan paten oleh pemerintah terhadap obat antiviral dan antiretroviral yang memuat 7 jenis obat ARV bisa diproduksi di dalam negeri meskipun masa paten dari pemiliknya belum berakhir. (Kutip dari http://health.kompas.com/read/2014/08/19/144639623/Obat.HIV.AIDS.Buatan.Kimia.Farma.Disambut.Gembira)

Anti Retroviral sudah dikonsumsi oleh hampir Orang dengan HIV AIDS di seluruh dunia termasuk Indonesia, dan epidemi AIDS di Indonesia pelan-pelan mulai bisa dikendalikan, karena ARV terbukti dapat mengurangi tingkat kesakitan dan kematian akibat HIV dan AIDS. Bersyukurnya, Sejak tahun 2006 pemerintah kita berkomitmen untuk memberikan pengobatan ARV secara gratis kepada siapa saja orang dengan HIV (ODHA) yang membutuhkan terapi pengobatan ini. Namun, kita tetap harus melakukan pengawasan dalam pelaksanaannya, agar tidak terjadi korupsi anggaran, dan penyalahgunaan program. Jangan sampai terjadi lagi keterlambatan distribusi ARV seperti yang kerap kali terjadi di Indonesia.

Walaupun memang masih seringkali terjadi Stigma dan diskriminasi di layanan kesehatan, di sarana pendidikan, kesempatan mendapatkan pekerjaan dan saat bersosialisasi di masyarakat. Namun saat ini juga, Orang dengan HIV AIDS (ODHA), lambat laun sudah bisa merasakan kemerdekaan dan kesempatan untuk hidup lebih lama, hidup lebih sehat dan hidup bersama dengan masyarakat Indonesia lainnya. Kita juga bisa membantu dengan menyebarkan informasi sehat mengenai HIV AIDS dengan cara yang kalian tahu dan mampu untuk lakukan. Seperti dengan mengkampanyekan #ODHABerhakSehat agar semua masyarakat tahu, dan paham, dan perlahan stigma diskriminasi tersebut bisa menghilang dari muka bumi.

Dirgahayu Republik Indonesia 69 Tahun.

Mari Merdeka-kan Indonesia dari Stigma dan Diskriminasi pada Orang dengan HIV AIDS!!

Facebook Comments