Just in case
"Viral Load untuk melihat keberhasilan pengobatan HIV, Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan."

Menikahlah Denganku

Source : idiva.com

Source : idiva.com

Beberapa hari lagi aku akan menikah dengan lelaki pilihanku. Kami sudah berkomitmen untuk hidup bersama, saling menemani, menjaga dan mendukung satu sama lain. Yang menarik dari hubunganku dengan pasanganku adalah pasanganku hidup dengan HIV. Aku mengenalnya dari sebuah acara, aku melihat dia berdiri disana sebagai salah satu pembicara. Aku yang kebetulan bekerja di Media televisi, sontak sangat tertarik mengamati sesosok pria dengan semangat yang sepertinya tidak akan habis tersebut.

Doni namanya. Usianya 36 tahun dan terlihat tidak berbeda dari pria kebanyakan. Perawakannya sangat sederhana. Tingginya sekitar 170 cm dengan berat badan yang proposional. Cara bicaranya sangat supel dan tidak canggung. Kelihatan dia orang yang sangat mudah akrab dengan orang baru. Hari itu diatas panggung di balik bincang bincang takshow tersebut, aku melihat semangat yang luar biasa besar di dalam dirinya. Doni berbicara panjang lebar mengenai mengapa dia terinfeksi HIV, masa lalu-nya dengan Narkoba dan segala persoalan hidupnya yang bertubi tubi datang tidak berhenti. Doni mengidap HIV sejak tahun 2006, 8 tahun sudah.

Seusainya dia berbicara untuk acara tersebut, kemudian aku menghampirinya dan memperkenalkan diri. Namaku tari, begitu ujarku padanya. Aku cerita bahwa aku bekerja untuk sebuah media televisi, ku katakan padanya bahwa aku sangat tertarik untuk mendokumentasikan semangat hidupnya bertahan dengan HIV, aku ingin menulis di blog pribadi-ku jika dia mengijinkan. Dan surprise! Doni dengan senang hati mengiyakan permintaanku.

Itu kali pertama perkenalan kami. Hingga berlanjut ke pertemuan pertemuan berikutnya, sambil ngopi di beberapa cafe favorit, hingga kegiatan kegiatan HIV AIDS yang menjadi minat baru-ku. Ada sesuatu didalam diri Doni yang tidak kutemui didalam diri kebanyakan pria, pria pria yang mengaku sehat atau bahkan tidak hidup dengan HIV dan hidupnya nyaris sempurna. Ada ketulusan tentang hidup yang selalu dia tunjukan melalui tindakannya sehari hari, ada penghargaan kepada alam semesta yang selalu memberikannya nafas dan uadara pagi yang segar, sehingga dia bisa tetap merasakan nikmatnya sehat.

Kami memutuskan untuk menikah. Awalnya ada kekhawatiran dan pertanyaan besar, seperti “Apakah aku juga akan tertular HIV?” maka sejak awal mengenalnya dan berkomitmen, aku gencar mencari banyak informasi dari manapun. Dari flyer, leaflet, booklet, pertemuan HIV AIDS, dari social media, hingga sekarang aku memiliki banyak sekali teman yang hidup dengan HIV, mereka benar benar meng-inspirasiku dengan semangat hidup mereka. Semangat hidup yang tidak kutemukan didalam diriku ataupun kebanyakan orang.

Aku juga mulai mempersiapkan diri akan apapun yang terjadi setelah pernikahan kami berlangsung. Orang mengenal Doni sebagai seorang aktifis HIV AIDS yang ulet, semua tahu mengenai status HIV-nya. Namun aku yakin, dan paham betul tentang cara pencegahan serta penularan HIV AIDS, aku memahami setiap detail mengenai pengobatan dan prinsip ESSE. Maka aku mantap, dan percaya akan rencana indah yang Tuhan berikan kepadaku. Bahwa Doni adalah Doni, mahluk ciptaan-Nya yang juga sama manusia. Hanya virus yang membedakan kami. Namun kami sudah berteman dengan si virus, kami akan mengontrolnya agar tidak mengganggu kehidupan kami, dan menganggu kesehatan doni.

Setelah ini, kami akan melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum menikah dan program memiliki keturunan. Termasuk didalamnya, kami berkomitmen untuk selalu menggunakan kondom, dan aku akan rutin melakukan pemeriksaan HIV. Dokter serta perawat yang biasa menangani Doni pun bersedia mendukung serta membarikan kami bantuan yang dibutuhkan.

—-

Cerita diatas adalah sebuah ilustrasi tentang ODHA yang juga BOLEH memiliki hubungan dengan mereka yang tidak hidup dengan HIV, yang dibutuhkan adalah Akses Informasi dan support. Bagaimana dengan teman teman yang lain, apakah memiliki cerita yang serupa? Share yuk ke @odhaberhaksehat!

Facebook Comments