Just in case
"Viral Load untuk melihat keberhasilan pengobatan HIV, Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan."

Bersama Membangun Harapan – Puisi Alm.Suzana Murni

Sumber  gambar : google.com

Sumber gambar : google.com

Malam ini,
Kunyalakan lilin Untukmu,
Untuk para sahabat tempat berbagi rasa
dan untuk mereka yang telah mendahului kita
Yang telah menyemangatiku agar jangan menyerah
Dan untuk teman-teman yang telah mengajariku
Bahwa rasa sakit dan keputus-asaan
Ternyata mampu membangkitkan kekuatan
Yang selama ini tak pernah kita sadari
Kalau ini memang masalah virus
Yang menghancurkan sistem kekebalan tubuh manusia

Katakan padaku,
Mengapa perasaanku harus lebih sakit dibanding Tubuhku?
Dan mengapa..
aku harus dicegah Ketika ingin memberimu ciuman perpisahan
Di saat-saat terakhir hidupmu?

Saat ini kulihat
Betapa kau dikucilkan oleh orang-orang disekitarmu
Diperlakukan tanpa rasa kemanusiaan
Kusaksikan dengan mata kepalaku sendiri
Betapa jasadmu dibungkus plastik
Sementara selimut lembutmu yang sangat kukenal
Dilemparkan ke nyala api yang panas membara
Seolah menguatkan rasa penolakan atas dirimu
Yang telah sangat menderita Karena virus ini.

Dan aku,
Yang selama ini begitu dekat denganmu
Turut mengantar dengan rasa sedih dan hampa
Semua terjadi begitu cepat
Tanpa sempat mengharap datangnya pertolongan
Tanpa harapan akan masa depan
Dan aku sendiri tak tahu
Masih dapatkah kuberharap akan tibanya hari esok?

Malam ini,
Kunyalakan lilin untukmu
Untuk segala makna yang telah kudapat
Tentang hidup dan cinta
Untuk kelembutan sentuhan dan rasa tulus
Yang tak dibatasi oleh kebangsaan dan bahasa
Untuk teman-teman yang telah berjuang
Dan yang masih tetap kukuh bertahan

Cahaya lilin ini, sahabatku
Menyiratkan harapan kita akan cahaya
matahari Esok pagi Dan alunan lagu merdu
Yang masih ingin kita dengar
Kehangatan itu
menyelinap kembali Karena cinta tak pernah berhenti
Memancarkan sinarnya ke bumi.
Dekapan cintalah yang membuat kita
merasa kuat Dan sanggup menghadapi segala tantangan
Keajaiban cintalah yang membuat kita terus hidup
Karena hidup sungguh berharga

——–

 

Doc. Spirita

Doc. Spiritia

Lahir pada tanggal 23 Maret 1972 di Jakarta, Suzana didiagnosis HIV-positif pada 1995. Dengan lingkungan keluarga yang mendukung, kemudian ia bersama teman-teman HIV-positif yang lain dan para sahabatnya membentuk sebuah kelompok dukungan sebaya yang diberi nama Spiritia. Nama itu dia ambil dari kata spirit atau semangat. Tujuan kelompok tersebut adalah untuk saling memberi dukungan dan informasi. Kemudian Spiritia melihat kebutuhan orang dengan HIV/AIDS yang lebih luas dan dijadikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan nama Yayasan Spiritia. Tujuan Spiritia adalah untuk meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV dan mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung serta tidak diskriminatif bagi orang dengan HIV/AIDS di seluruh Indonesia. Spiritia merupakan kelompok dukungan sebaya orang dengan HIV/AIDS pertama di Indonesia.

Suzana adalah orang HIV-positif Indonesia pertama yang membuka status HIV-nya baik di dalam negeri Indonesia maupun di forum internasional. Dengan demikian ia mempunyai keterlibatan dan kerja sama di dunia internasional dalam bidang dukungan dan pemberdayaan orang dengan HIV/AIDS. Suzana menempatkan keterlibatan lebih jauh orang dengan HIV/AIDS sebagai asas utama Spiritia. Asas ini, yang dikenal sebagai GIPA (Greater Involvement of People Living with HIV/AIDS), mendesak agar orang dengan HIV/AIDS menjadi subyek penanggulangan HIV/AIDS dalam segala bidang pengambilan keputusan sebagai orang yang paling mengerti kebutuhan dan bagaimana hidup dengan HIV

Ia mulai memakai obat antiretroviral pada 2001, namun pada saat yang sama ia didiagnosis kanker kelenjar getah bening (limfoma). Di tengah perjuangannya melawan limfoma, pada Oktober 2001, ia menyampaikan pidato pembukaan Konferensi AIDS Asia Pasifik (ICAAP) ke-6 di Melbourne, Australia yang berisi tentang advokasi untuk meniadakan stigma, diskriminasi, penyediaan obat yang lebih terjangkau, peran penting orang HIV-positif, dan penggalangan komitmen bersama. Suzana meninggal pada tanggal 6 Juli 2002 di Jakarta. Namun visinya tetap hidup dalam kegiatan dan upaya organisasi yang dibentuknya, yaitu Yayasan Spiritia.

Tulisan ini ditulis kembali dari Artikel Yayasan Spirita http://spiritia.or.id/art/bacaart.php?artno=1017

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • puisi motivasi untuk penderita kanker
  • puisi sedih penderita kanker
  • puisi penanggulangan kanker
  • puisi motivasi bagi pengidap kanker
  • puisi sedih tentang odha
  • puisi susana
  • puisi tentang dukungan
  • puisi tentang keluarga yang tidak mendukung
  • puisi untuk orang yang dikucilkan
  • puisi untuk sebuah murni