Just in case
"Viral Load untuk melihat keberhasilan pengobatan HIV, Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan."

Film Komedi tentang HIV AIDS – “Setelah Kita Bicara”

couple-talking-on-couch-550x365

sumber : google image

Mungkin selama ini, para pasangan suami istri enggan untuk membicarakan hal-hal yang sifatnya penting dengan alasan malas, atau takut menyinggung perasaan pasangannya. Seperti, membicarakan pembagian kerja membereskan rumah (walaupun salah satu pasangan bekerja di kantor), banyak lho pasangan yang takut suaminya marah atau tersinggung sehingga memilih pasrah dan mengerjakan semuanya sendirian. Padahal, beban kerja mengurus rumah tangga tidak semua berpaku pada istri atau suami saja.

Contoh lainnya, adalah saat membuat perencanaan pendidikan anak, atau bagaimana cara mengurus dan mengasuh anak. Daripada ujung-ujungnya berantem gak karuan, mendingan cari jalan tengah aja, mungkin itu cara berfikir banyak pasangan. Wah, kalau begitu susah dong untuk menemukan jalan keluar. Padahal, dalam selain cinta dalam sebuah hubungan, komunikasi adalah salah satu fondasi yang paling penting dan utama. Membicarakan urusan rumah tangga aja gak berani, apalagi ngajak pasangan ngobrol masalah kesehatan seksual reproduksi bersama ya? Atau, hmm.. kira-kira bagaimana cara mengajak pasangan untuk test HIV bareng.

IPPI

Nah, baru-baru ini, Sahabat kami Ikatan Perempuan Positif Indonesia, meluncurkan sebuah Film Pendek yang diproduksi oleh Cendrawasih Picture. Film berdurasi 6 menit ini, dibintangi oleh Ayudia Bing Slamet dan Tanta Ginting Lho! wah, penasaran gak sih sama film ini? Kalau di film bertemakan HIV lainnya, kebanyakan pasti sedih-sedihan, penuh stigma dan diskriminasi atau bahkan tidak jarang berakhir dengan kematian. Yah, nanti malah pada takut dong untuk ngomongin persoalan HIV. eitss, bukan film-film yang lain gak baguss lho, tapi, film milik Jaringan Perempuan Positif pertama di Indonesia ini, beda dari yang lain, kenapa?? karena Film pendek ini ber-genre Komedi. yup, dikemas dengan sangat ringan dan sederhana, sehingga penonton bisa paham, kenapa sih komunikasi dengan pasangan sangat penting. kenapa sih, test HIV itu harus dibicarakan bersama? bukan cuma suami atau istri aja yang harus Test. Kan kita maunya sehat sama sama!

Menurut Christine Mester (Acting Coordinator IPPI), Kasus Ibu Rumah Tangga yang terkena HIV sekitar 6,000 kasus. Selama ini Iklan layanan masyarakat yang muncul tentang HIV AIDS selalu memberi kesan yang menakutkan. Selain itu, IPPI juga melihat pemerintah masih kurang fokus pada pencegahan HIV AIDS, pemerintah lebih terfokus kepada perawatan dan pengobatan Orang yang hidup dengan HIV AIDS (ODHA), Selain itu, Pemerintah juga dirasa hanya terfokus kepada kelompok beresiko, padahalĀ  Ibu rumah tangga menjadi salah satu kelompok yang paling rentan akan HIV, dan malah tidak termasuk dalam fokus mereka, paling hanya ibu hamil. Christine, mewakili IPPI, berharap melalui film ini bisa menjangkau lebih banyak masyarakat dan membuat orang tidak takut untuk tes.

Film ini tidak beredar di bioskop, atau diputar dimanapun. Masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah melalui link ini “Film IPPI – Setelah Kita Bicarahttps://www.youtube.com/watch?v=54ORTUHBLl0&feature=share Ayo bantu sebarkan film ini, tonton bersama pasangan. Dan mari kita sehat sama-sama, karena HIV dapat dicegah! Bravo dan Salut untuk sahabat Ikatan perempuan Positif Indonesia untuk terus bersama-sama berupaya melakukan pencegahan HIV AIDS di kalangan masyarakat.

Tentang Aktor Di dalam Film “Setelah Kita Bicara”

sumber : google image

sumber : google image

Ayudia Bing Slamet adalah seorang aktris film dan sinetron Indonesia. Ia adalah cucu dari pelawak senior Indonesia, Bing Slamet dan keponakan dari aktor dan penyanyi senior Indonesia, Adi Bing Slamet, Iyut Bing Slamet dan Uci Bing Slamet. Perempuan yang lahir pada 13 September tahun 1990 ini, telah sudah membintangi beberapa Sinetron dan Film Indonesia.

Sumber : Google Image

Sumber : Google Image

Tanta Jorekenta Ginting atau dikenal dengan Tanta Ginting adalah seorang aktor asal Indonesia yang memulai karir sebagai pemeran teater musikal, diantaranya Gita Cinta The Musical, Musikal Laskar Pelangi, serta Ali Topan The Musical. Aktingnya dalam film layar lebar sebagai pemeran Sutan Sjahrir (Soekarno, 2013) dan Semaoen (Tjokroaminoto: Guru Bangsa, 2015) cukup menyita perhatian masyarakat. Kini, pria kelahiran 16 oktober 1981 ini, dapat kita disaksikan dalam sitcom, The East yang ada di Net TV.

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • film hiv komedi