Just in case
"Viral Load untuk melihat keberhasilan pengobatan HIV, Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan."

Mengenal Hepatitis C – Bagian 2

hati8Apakah hepatitis C dapat diobati?
Hepatitis C dapat diobati bahkan disembuhkan. Pengobatan standar terdiri dari kombinasi obat Interferon terpegilasi (peg-Interferon atau PEG-IFN). Pengobatan diberikan selama 6 atau 12 bulan. PEG-Interferon diberikan satu kali dalam seminggu dengan cara disuntik, dan Pil Ribavirin diminum dua kali sehari jumlah atau dosisnya menyesuaikan dengan berat badan pasien.

Namun bagi pasien dengan ko-infeksi HIV dan HCV, obat PEG-Interferon ini selain tingkat kesuksesan cukup rendah juga kerap kali mendatangkan efek samping yang tidak menyenangkan di diri pasien seperti rambut rontok, depresi, imunitas menurun, sakit kepala mulai dari tingkat ringan sampai sangat berat. Di tahun 2013 kemarin Biro Pengawasan Obat dan Makanan Amerika (FDA) sudah mengeluarkan ijin edar bagi obat jenis baru bagi pengobatan Hepatitis C yaitu dari jenis Direct Acting Antiviral. Obat ini nama generiknya adalah Sofosbufir. Obat ini, berdasarkan studi klinis, menunjukan tingkat kesuksesan yang sangat tinggi guna mengobati pasien Hepatiitis C, bahkan bagi pasien yang sudah dalam tahap sirosis. Obat yang cara penggunaannya dengan ditelan oral juga terbukti memiliki tingkat efek samping yang minim bagi pasien yang mengkonsumsinya. Namun sayangnya, obat jenis Sofosbufir belum ada di Indonesia. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang perjuangan Indonesia AIDS Coalition memasukan obat Sofosbufir silahkan baca di link ini.

Infeksi Hepatitis C dapat disembuhkan pada 30%-90% orang yang memulai pengobatan. Apakah seseorang dapat disembuhkan atau tidak tergantung pada banyak factor, termasuk :
Genotipe Hepatitis C. Mereka yang memiliki genotype 2 dan 3 merespon dengan sangat baik terhadap pengobatan PEG-IFN.
Status HIV dan system kekebalan tubuh. Orang orang yang terinfeksi HIV, apalagi jika memiliki jumlah CD4 yang rendah lebih kecil peluangnya untuk sembuh dari Hepatitis C.
Jumlah Virus Hepatitis C. Orang orang yang dengan jumlah virus hepatitis c tinggi lebih kecil peluangnya untuk sembuh
Tahap Fibrosis. Orang dengan fibrosis tahap lanjut lebih kecil peluangnya untuk sembuh.
Usia. Pasien dengan usia lanjut lebih kecil peluangnya untuk sembuh.
Kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Orang orang yang mengkonsumsi obat-obatannya sesuai dengan dosis dan tepat waktu selama menerima pengobatan lebih besar peluangnya untuk sembuh.

hati9Siapa yang perlu pengobatan dan Apa saja efek samping pengobatan Hepatitis C?
Perlu tidaknya pengobatan sangat tergantung pada tahap perkembangan penyakit hati orang tersebut. Pengobatan sebaiknya tidak dimulai apabila tidak ada tanda tanda fibrosis hati atau hanya fibrosis hati ringan. Mereka yang sudah dalam kondisi sirosis parah sebaiknya juga tidak melakukan pengobatan Hepatitis C.

Karena Pengobatan Hepatitis C dapat mengakibatkan cacat janin, maka perempuan Hamil atau pasangan laki laki dari perempuan hamil tidak dapat menerima pengobatan Hepatitis C.

Pasien-pasien dengan kondisi lain seperti kurang darah (anemia) juga tidak dapat menerima pengobatan Hepatitis C. pengobatan dapat mengakibatkan efek samping seperti kelelahan, depresi, gangguan tidur, kurang darah (Anemia) dan masalah dengan kelenjar gondok (Tiroid).

Apa yang dapat dilakukan sebelum memulai pengobatan Hepatitis C?
Pemeriksaan fisik menyeluruh serta tes darah dan tes fungsi hati perlu dilakukan sebelum memutuskan apakah pengobatan perlu dimulai. Tes tes ini mencakup :
– Tes Peradangan hati dan Fungsi Hati
(Tes SGOT SGPT, albumin dan pembekuan darah)
– Genotype hepatitis C
– Fibroscan atau Biopsi hati
– Tes Jumlah darah lengkap untuk mengukur jumlah sel darah merah dan putih
– Tes Kehamilan

hati11

Menjaga Kesehatan
Terlepas dari seseorang dapat melakukan pengobatan atau tidak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang dengan infeksi Hepatitis C kronik untuk menjaga kesehatan hati mereka, antara lain :
– Hindari Alkohol atau minum alcohol berlebihan. Minum alcohol, terutama dalam jumlah besar, bisa menyebabkan radang hati yang dapat memperparah infeksi Hepatitis C. Bagi mereka yang memiliki sirosis, sangat disarankan untuk tidak mengkonsumsi alcohol sama sekali.
– Hindari konsumsi obat obatan yang dapat memperparah kerusakan hati. Banyak obat yang berbahaya bagi hati dan pasien perlu memeriksa kembali obat-obatan mereka dengan dokter untuk melihat apakah ada obat yang perlu diganti. Ini termasuk terapi alternative, seperti jamu, obat dan vitamin herbal.
– Menjaga gaya hidup sehat , gizi seimbang, olahraga teratur, cukup istirahat dan relaksasi. Minum setidaknya 2-3 liter air putih setiap hari.

hati12Mencegah penularan Infeksi Hepatitis C ke orang lain dan infeksi ulang diri anda sendiri. Hepatitis C tidak ditularkan melalui kontak social, jadi sangat aman untuk bersentuhan, berpelukan dan mencium anggota keluarga dan teman, serta untuk menggunakan alat makan/minum yang sama.

– Apabila anda memiliki Hepatitis C, anda dapat menularkannya ke orang lain. Ada juga kasus kasus dimana seseorang terinfeksi kembali untuk kedua kalinya dengan genotype hepatitis C yang berbeda, atau terinfeksi kembali setelah selesai pengobatan. Untuk mencegah penularan infeksi kepada orang lain atau ke diri anda sendiri, penting sekali untuk berhati hati saat kontak dengan darah. Apabila anda terluka dan berdarah, tutup luka anda dan jangan biarkan orang lain menyentuh luka tersebut kecuali mereka menggunakan sarung tangan. Bersihkan segera ceceran darah dengan sarung tangan lateks, sabun, air dan pemutih.
– Perempuan yang sedang haid perlu menaruh tampon dan pembalut didalam kantung plastic sebelum membuangnya ke tempat sampah.
– Apabila anda pengguna narkoba suntikan, jangan tukar menukar jarum suntik, semprit, kapas, alat masak, air pembersih atau alat suntik dengan orang lain. Hati hati juga dengan sedotan untuk menggunakan kokain dan crack pipe (Pipa untuk menggunakan kokain). Mungkin ada cukup darah untuk menularkan Hepatitis C.
– Jangan menggunakan pisau cukur secara bergantian dengan orang lain.
– Selalu menggunakan kondom saat berhubungan seks.

untuk melihat bagian pertama silahkan masuk ke link : Mengenal Hepatitis C – Bagian 1

Seluruh Gambar dan Sumber ulisan Berasal dari : http://amfar.org/

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • hepatitis c itu berapa genotipe