Just in case
"Viral Load untuk melihat keberhasilan pengobatan HIV, Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan."

Nelson Mandella : Anakku Meninggal karena AIDS

sumber gambar : Wikipedia

sumber gambar : Wikipedia

Dengan menyampaikan secara terbuka bahwa anak laki laki nya Makgatho meninggal dunia karena AIDS, Nelson Mandela menunjukan kepada seluruh masyarakat di Afrika Selatan untuk berjuang memecah stigma yang masih ada terkait penyakit ini di negaranya.  Makgatho Lewanika Mandela meninggal pada 6 January 2005, saat berusia 54 tahun. Dia adalah anak Nelson Mandela’s yang terakhir bertahan, anak paling muda-nya Thembekile meninggal pada tahun 1969 saat Mandela dipenjara di Robben Island. Mandela terpanggil untuk menyerukan publisitas terkait isu HIV AIDS, dia mengatakan, Ini adalah satu-satunya cara agar penyakit ini dianggap sebagai penyakit normal, Seperti TBC atau kanker. Dia membuat pernyataan, saat konferensi pers yang diselenggarakan sore hari setelah kematian anaknya, dengan disaksikan seluruh anggota keluarga.

Mandela Telah menghabiskan waktu selama berbulan-bulan terakhir ini bersama putranya di pinggir ranjang setelah ia telah dibawa ke Linksfield Park Clinic Bulan November 2004. Spekulasi tentang penyebab penyakit yang diidap Makgatho’s muncul setelah istrinya Zondi wafat karena pnuemonia pada tahun 2003.  Makgatho Lewanika Mandela adalah anak pertama Mandela’s dari pernikahannya yang pertama, dengan Evelyn Mase. Putranya adalah seorang pengacara di industry kesehatan.Dia meninggalkan 4 orang putera yaitu, Mandla, Ndaba, Mbuso and Andile.

Keberanian

Pernyataan Mandela’s dideskripsikan sebagai sebuah tindakan “penuh keberanian”, sedikit sekali orang Afrika Selatan yang merasa penting dan secara terbuka membahas dampak dari HIV AIDS di dalam keluarga mereka.Catatan pengecualian kepada Pemimpin Partai Kebebasan Inkatha,Mangosuthu Buthelezi, yang juga mengumumkan anak laki lakinya yang juga wafat karena AIDS pada tahun 2004.  Berdasarkan Data departemen kesehatan di Afrika Selatan, terdapat 5.6 juta orang Afsel yang di estimasikan HIV-positive pada akhir 2003. Kampanye untuk tindakan pengobatan, yang dilakukan LSM yang mengkampanyekan akses kesehatan dan pengobatan HIV yang lebih baik di Afrika Selatan, menyampaikan belasungkawanya kepada keluarga Mandela. Dalam pernyataannya, mereka menyampaikan rasa hormat kepada pihak keluarga yang memutuskan untuk membuka alasan kematian sang anak Dalam kepentingan nasional untuk meningkatkan kesadaran, dan sebagai upaya destigmatisasi AIDS, meskipun dalam kehilangan dan kedukaan.

 

Stigma

UNAIDS Executive Director (saat itu) Peter Piot, mengatakan pengakuan Mandela’s sebagai “contoh sebuah praktek kepeimpinan yang ia (Mandela) berikan kepada dunia international, sebagai sebuah usaha melawan stigma dan diskriminasi”. Perang melawan HIV AIDS terpusat pada misi Mandela’s di tahun berikutnya. The Nelson Mandela Children’s Fund, dimulai pada tahun 1995 untuk memenuhi kebutuhan orang muda yang menghadapi kemiskinan, tidak memiliki pekerjaan, Mengarahkan sebagian besar dari sumber daya mereka dimana negara membutuhkan mereka – untuk bantuan anak yatim. Mandela juga adalah penggerak dari 46664, kampanye besar untuk mengangkat isu kewaspadaan terhadap HIV AIDS dan Dana melawan pandemik di afrika.  Saat berbicara dalam Konferensi AIDS International ke 14 di Paris tahun 2003, Mandela mengatakan “Tragedi yang belum pernah terjadi sebelumnya ” berlangsung di Afrika.

 

“AIDS hari ini di Afrika, di klaim lebih banyak daripada jumlah peperangan, kelaparan, dan banjirdan kerusakan kematian serta penyakit seperti. Kita harus bertindak sekarang, untuk kepentingan dunia, AIDS bukan lagi persoalan penyakit, namun ini adalah isu kemanusiaan.”  The Mandelas di tunjukan saat upacara mengenang Makgatho, yang diselenggarakan di Central Methodist Church di Johannesburg. Mandela duduk diapit istrinya Graca dan cucunya Mandla, juga mantan istrinya Winnie Madikizela-Mandela dan anak mereka, Zinzi and Zenani. Setelah upacara keagamaan selesai, jasad Makgatho’s diterbangkan ke Mthatha Eastern Cape. Pemakamannya mengambil tempat di pemakaman keluarga Mandela.

South Africa info reporter

Diterjemahkan dari berita http://www.southafrica.info/mandela/mandela-son.htm#.VWepVlIXs4l#ixzz3bTrQBCXq

Sumber Foto : atlantablackstar.com

Sumber Foto : atlantablackstar.com

Nelson Rolihlahla Mandela adalah seorang revolusioner anti-apartheid dan politisi Afrika Selatan yang menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan sejak 1994 sampai 1999.  Ia adalah orang Afrika Selatan berkulit hitam pertama yang memegang jabatan tersebut dan presiden pertama yang terpilih melalui keterwakilan penuh, dalam sebuah pemilu multiras. Pemerintahannya berfokus pada penghapusan pengaruh apartheid dengan memberantas rasisme, kemiskinan dan kesenjangan, dan mendorong rekonsiliasi rasial. Selaku nasionalis Afrika dan sosialis demokratik, ia menjabat sebagai Presiden Kongres Nasional Afrika (ANC) pada 1991 sampai 1997. Selain itu, Mandela pernah menjadi Sekretaris Jenderal Gerakan Non-Blok pada 1998 sampai 1999. Beliau Wafat pada 5 Desember 2013, di usia 95 tahun karena masalah serius pada paru paru dan pernafasannya. Hingga kini, Nelson Mandela Foundation yang didirikan tahun 1999 berfokus pada pemberantasan HIV/AIDS, pembangunan desa, dan pembangunan sekolah, memberikan banyak manfaat pada kelompok kelompok terdampak AIDS.

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • anakku meninggal
  • anak2 yang mati karena aids
  • Pnuemonia dan aids
  • Pnuemonia dan odha