Just in case
"Viral Load untuk melihat keberhasilan pengobatan HIV, Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan."

Liputan Kegiatan “Blogger Perempuan Bicara HIV”

IMG_8431Pada Jum’at 26 Februari 2016 lalu, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional dibantu oleh ODHA Berhak Sehat, menyelenggarakan sebuah pertemuan yang sangat menarik dan Edukatif. Pertemuan yang diusung dengan tujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan memberikan informasi bahwa betapa pentingnya informasi sebagai alat pencegahan penularan HIV AIDS ini bertajuk “Blogger Perempuan Bicara HIV”. Kegiatan ini diselenggarakan di sudut ibukota, di sebuah café yang nyaman dan memiliki kapasitas yang lumayan luas, para perempuan yang menamakan diri mereka Blogger memenuhi bangku di dalam ruangan yang disediakan. Wajah-wajah mereka terlihat sangat bersemangat dan penuh dengan rasa penasaran, tentang acara yang akan dipaparkan pada hari itu.

IMG_8414Ibu Fonny J Silvanus, dari Komisi Penanggulangan AIDS membuka kegiatan dengan paparan penting mengenai data kasus HIV AIDS dan upaya KPAN untuk melakukan tindakan pencegahan. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa hingga tahun 2016 diperkirakan kasus HIV masih akan terus meningkat, namun kelompok yang ada dalam fase AIDS akan menurun, begitupula angka kematian.

Hal ini disebabkan adanya program pemerintah yang menekankan pentingnya pencegahan, pemeriksaan serta pengobatan pada masyarakat serta kelompok beresiko HIV AIDS. Beliau juga memaparkan, hingga tahun 2016, secara kumulatif angka kasus HIV sejak tahun 1987 sampai dengan September 2015 adalah sebesar 184.929 kasus, dan Kasus AIDS sebesar 68.197 kasus. Beliau juga menambahkan tentang betapa pentingnya peran masyarakat dalam hal ini blogger perempuan untuk membantu meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan khususnya di kelompok perempuan dan anak.

IMG_8425Sesi kedua diisi oleh Ayu Oktariani yang juga merupakan salah satu bagian dari tim kampanye ODHA Berhak Sehat serta, Dewan nasional Ikatan perempuan positif Indonesia. Pada kesempatan yang berbahagia itu, Ayu berbagi inspirasi melalui pengalaman hidupnya sebagai perempuan yang hidup dengan HIV. Dia menekankan betapa pentingnya informasi bukan hanya untuk dibaca, tapi untuk dimengerti serta diimplementasikan, supaya lebih banyak masyarakat dapat mencegah penularan HIV pada dirinya dan orang-orang yang dikasihinya. Pentingnya informasi ini sangat sinergi dengan apa yang telah dilakukan sehari-hari oleh perempuan blogger, yakni menulis dan mencari berita. Sehingga melalui apa yang telah dilakukan mereka, ayu berharap, para Blogger dapat melindungi dirinya dari HIV karena mengetahui informasi HIV secara jelas, dan dapat membantu meminimalisir stigma dan diskriminasi pada mereka yang hidup dengan HIV.

IMG_8498Ibu dokter Maya Triswati membuka mata para peserta dengan materi yang (mungkin) bagi mereka tidak biasa untuk dibicarakan. Tema yang sangat menarik ini adalah mengenai “Bongkar Tabu Bicara Seks”. Dalam kesempatan yang super singkat tersebut, dokter Maya menekankan pentingnya komunikasi baik antar pasangan, maupun antara orangtua dengan anak. Komunikasi yang baik dapat membangun, keharmonisan berumahtangga, keseimbangan hubungan antara suami istri dan orangtua anak. Bahwa, kerentanan seks beresiko yang kerap kali terjadi pada pasangan pria dan anak-anak remaja disebabkan rasa ingin tahu dan ketidakpuasaan yang tidak dikomunikasikan dengan baik.

IMG_8523Bang Syaiful Harahap, yang merupakan seorang Jurnalis yang aktif berbicara fakta seputar pemberitaan HIV AIDS, memberikan wawasan yang lebih luas tentang “Jurnalisme empati”. Di era tekhnologi yang begitu luar biasa pesatnya, kita sering tidak mampu membendung arusnya yang begitu kuat, sehingga masyarakat kerap tidak mampu membedakan informasi yang valid dan tidak, informasi yang bersifat profokatif cenderung dinikmati oleh pembaca tanpa memverifikasi kembali isi dan kebenaran dari sebuah berita. Maka dalam kesempatan yang baik ini bang Syaiful menutup kegiatan dengan sangat baik.

Dan sebagaimana tercantum di dalam Perpres No.75/2006 terkait penyebarluasan informasi dan sejalan dengan Strategi dan Rencana Aksi Nasional 2010-2014 dan Strategi Rencana Aksi Nasional 2015-2019 yang sedang dikembangkan, dibutuhkan strategi advokasi, komunikasi perubahan perilaku dan mobilisasi sosial melalui media, baik media konvensional cetak dan elektronik, media digital dan media sosial secara simultan dan berkesinambungan oleh semua mitra kerja penanggulangan AIDS di Indonesia.

IMG_8597

Secara khusus strategi tersebut dibutuhkan antara lain untuk menciptakan lingkungan yang kebijakan yang kondusif untuk mendukung upaya penanggulangan HIV and AIDS dalam masyarakat; mendorong adanya pesan-pesan yang konsisten dan akurat dalam upaya penyebaran informasi pencegahan, pengobatan dan mitigasi dampak HIV dan AIDS di masyarakat; mengurangi stigma dan diskriminasi kepada populasi kunci khususnya kepada Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) yang dapat menghambat jalannya upaya penanggulangan HIV dan AIDS; serta harmonisasi penyelenggaraan kegiatan advokasi, perubahan perilaku dan mobilisasi sosial melalui media oleh semua mitra pelaksana sehingga program penanggulangan HIV dan AIDS berjalan terkoordinasi, terarah dan  mencapai sasaran serta berkesinambungan. Keterlibatan berbagai pihak untuk mendukung program nasional pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS menjadi sangat penting, terutama untuk memastikan dan memberikan pemahaman bahwa informasi mengenai HIV dan AIDS sangat penting sebagai alat pencegahan, terutama di kelompok perempuan.

Dokumentasi Foto : Komisi Penanggulangan AIDS Nasional

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • angka hidup odha perempuan