Just in case
"Viral Load untuk melihat keberhasilan pengobatan HIV, Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan."

Suami Istri HIV Positif Apa Masih Perlu Kondom?

Tanya:
Saya HIV positif dan saya menginfeksi istri saya. Apakah kita perlu menggunakan kondom setiap kali kita ingin bercinta? Apakah kita masih bisa memiliki anak tanpa menginfeksi calon bayi?

Jawab:
Secara medis, adalah mungkin bagi orang yang telah HIV-positif untuk menginfeksi orang HIV-positif lain dengan “strain” virus yang lain, termasuk strain yang mungkin sudah resisten terhadap sejumlah obat antiretroviral yang digunakan untuk mengobati HIV. Belum banyak study mengenai seberapa sering “reinfeksi” seperti ini terjadi.

Beberapa pasangan di mana keduanya HIV-positif sering tidak percaya tentang reinfeksi, dan dengan demikian memilih untuk tidak menggunakan kondom. Ini adalah keputusan yang Anda dan istri Anda perlu diskusikan (idealnya juga konsultasi dengan dokter Anda) tentang berapa banyak risiko Anda, serta kemungkinan penularan infeksi menular seksual (IMS) lainnya.

Cara janin atau bayi baru lahir terinfeksi HIV adalah melalui ibu kandung. Ketika seorang wanita HIV+ menjadi hamil selalu ada risiko bahwa virus dapat ditularkan ke bayi baik selama kehamilan, saat melahirkan, atau setelah itu jika menyusui. Namun, ada banyak cara untuk mengurangi kemungkinan penularan virus, termasuk dengan pengobatan antiretroviral bagi pasangan yang HIV positif untuk menurunkan viral load-nya (yaitu, jumlah virus yang ada dalam tubuh) sampai ke level tidak terdeteksi, serta untuk si bayi setelah lahir.

Keputusan tentang hamil dan memiliki bayi harus dilakukan dengan berkonsultasi dengan profesional medis.

Sumber:
http://www.thebody.com/Forums/AIDS/SafeSex/Q194829.html
http://asp.cumc.columbia.edu/psych/asktheexperts/ask_the_experts_inquiry.asp?SI=1756

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • apakah suami istri hiv bisa sehat
  • curhat istri hiv
  • istri kondom