Just in case
"Viral Load untuk melihat keberhasilan pengobatan HIV, Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan."

Suka Membawa Bencana

Usia pernikahan kami baru menginjak 2 tahun, dan anak perempuan kami baru setahun, sedang lucu-lucunya. Oh ya perkenalkan, saya Jaka, bukan nama asli tentunya. Kami tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Barat, jika #SahabatOBS sering bepergian menggunakan jalan tol dari Jakarta ke arah Pantura, pasti akan melewati kota tempat kami tinggal.

Sebagai seorang sekuriti di sebuah pabrik, saya sering bergaul dengan karyawati pabrik, ada seorang buruh baru yang sangat menarik, kami pun berkenalan. Namanya Ningrum, seorang janda muda. Kecantikan Ningrum membuat banyak pria terpana, bahkan di antara sekuriti pun saling berlomba mendapatkan perhatiannya. Beruntung sekali saya, Ningrum ternyata juga suka sama saya, saya serasa mendapatkan durian runtuh.

Dari perkenalan berlanjut ke percakapan, kami semakin akrab. Sampai suatu saat saya sedang berjaga sift malam, tanpa disangka Ningrum juga mendapatkan sift malam. Dia minta tolong diantar pulang ke kamar kos nya. Saya pun menyanggupinya, kami berboncengan naik sepeda motor menembus gelapnya malam. Sampai di kamar kos kami sempat ngobrol panjang lebar, sampai tak terasa kami telah kilaf.

Ada setitik penyesalan dari kejadian tersebut, saya merasa bersalah terhadap istri saya. Tapi saya simpan rapat rahasia ini. Tetapi nafsu ternyata lebih besar daripada nalar. Kami semakin sering melakukannya.

Sampai suatu ketika saya merasa sering flu sampai seminggu lebih, lalu sakit kepala berkepanjangan. Saat kontrol ke dokter, saya diminta tes lab. Hasilnya sungguh mengejutkan, saya terkena tokso. Lalu dokter menganjurkan saya untuk dites HIV. Apa? HIV? Tidak mungkin saya kena! Saya berteriak. Saat hasil tes menunjukkan saya juga HIV positive, saya langsung lemas.

Saya teringat sama Ningrum, saya harus bertanya kepada dia! Saya marah, saya labrak dia. Dan sungguh mengejutkan. Selain sama saya, Ningrum juga sering berhubungan badan dengan pria-pria lainnya. Saya merasa dibohongi. Tapi saya tidak bisa marah, karena saya juga telah membohongi istri saya.

Saya bingung, bagaimana cara saya bilang ke istri saya? Apakah saya harus berkata jujur? Lantas apa nanti reaksi istri? Tolong kasih tau saya, saya bingung.

(Seperti yang diceritakan oleh seorang #SahabatOBS melalui konsultasi Whatsapp OBS)

Facebook Comments