Kesehatan Jantung pada ODHA (Bagian I)

Kesehatan Jantung pada ODHA (Bagian I)

Beberapa waktu yang lalu, komunitas HIV terkejut dengan meninggalnya dua orang penggiat HIV dalam waktu yang hampir bersamaan, dengan penyebab yang kurang lebih sama, diakibatkan karena gangguan jantung. Sontak layanan #OBS menjadi ramai dengan pertanyaan, apakah menjadi ODHA akan berpotensi terkena gangguan jantung?

Sebelumnya, mari kita bahas “penyakit jantung” adalah istilah umum di masyarakat. Sebenarnya, lebih tepat disebut sebagai penyakit kardiovaskular, adalah istilah umum untuk menggambarkan kondisi medis yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah. Contoh penyakit dan kondisi kardiovaskular utama termasuk penyakit arteri koroner, serangan jantung, gagal jantung dan stroke.

HIV sendiri dapat semakin meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. HIV yang tidak diobati, dengan viral load yang tinggi, telah dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan para ahli sekarang merekomendasikan memulai pengobatan lebih awal untuk menghindari kerusakan kardiovaskular yang banyak dipercayai disebabkan oleh reproduksi virus aktif. Namun, banyak obat yang digunakan untuk mengobati HIV (ARV) juga dapat berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular, terutama dengan meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida.

Kabar baiknya adalah, banyak langkah yang dapat diambil oleh #SahabatOBS untuk membantu mencegah dan mengelola penyakit kardiovaskular. Selama dasawarsa penelitian, yang melibatkan orang HIV-negatif dan HIV-positif, telah berulang kali menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup seperti diet, olahraga, dan berhenti merokok dapat sangat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Apa jenis-jenis penyakit kardiovaskular?

Ada sejumlah penyakit kardiovaskular. Sebagian memengaruhi struktur dan kemampuan jantung secara langsung untuk berfungsi. Sementara jenis lainnya secara tidak langsung mempengaruhi jantung dengan membuat lebih sulit bagi darah untuk beredar melalui pembuluh darah. Beberapa orang terlahir dengan cacat jantung atau pembuluh darah (bawaan), tetapi kebanyakan masalah terjadi sebagai akibat dari penyakit, gaya hidup atau usia.

Beberapa penyakit kardiovaskular utama meliputi:

Aneurisma: Aneurisma adalah tonjolan di dinding pembuluh darah. Mereka biasanya semakin besar dari waktu ke waktu dan dapat pecah.

Angina: Nyeri dada akibat berkurangnya oksigen ke jantung.

Arrhythmias: Detak jantung yang tidak teratur. Jantung kadang-kadang bisa berdetak terlalu lambat (bradikardia) atau terlalu cepat (takikardia), atau bisa menderita kontraksi yang tidak teratur (fibrilasi).

Cardiomyopathy: Penyakit atau kerusakan pada otot jantung, mengurangi kemampuannya untuk memompa darah.

Congestive Heart Failure (CHF): CHF adalah ketika jantung kamu tidak memompa sekuat seharusnya, sehingga tubuhmu tidak mendapatkan jumlah darah dan oksigen yang tepat. Aksi pemompaan yang melemah ini dapat menyebabkan cairan menumpuk di paru-paru dan bagian lain dari tubuh.

Penyakit Arteri Koroner (Coronary Artery Disease CAD) / Penyakit Jantung Koroner (Coronary Heart Disease CHD): Bentuk paling umum dari penyakit jantung, CAD / CHD terjadi ketika lemak dan jaringan parut menghalangi arteri di jantung (atherosclerosis), meningkatkan risiko angina dan serangan jantung.

Heart Attack (Myocardial Infarction): Serangan jantung, atau infark miokard (MI), adalah cedera pada otot jantung yang disebabkan oleh hilangnya suplai darah. MI terjadi ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah melalui arteri koroner.

Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi): Tekanan darah tinggi adalah kekuatan tekanan yang berlebihan ketika darah dipompa melalui pembuluh darah. Ini dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, gagal jantung dan kerusakan ginjal.

Penyakit Arteri Perifer (Peripheral Arterial Disease PAD): PAD terjadi ketika pembuluh darah di kaki atau lengan menjadi tersumbat. Ini dapat menyebabkan nyeri tungkai dan meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.

Stroke: Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, biasanya oleh bekuan darah (stroke iskemik) atau ketika pembuluh darah di otak pecah (stroke hemoragik). Keduanya dapat menyebabkan kematian sel-sel otak di daerah yang terkena.

Masalah Katup: Katup jantung, yang membuka dan menutup di empat ruang jantung, menjaga darah memompa dalam satu arah masuk dan keluar dari jantung. Mereka dapat menjadi sempit (stenosis) atau tidak dapat menutup dengan benar (prolaps), atau mereka dapat bocor (regurgitasi).

Bersambung ke Bagian II

Sumber:

Incoming search terms:

  • Jantung odha
  • menaikkan tekanan darah odha

Share this post

Post Comment