Resiko IMS & Seks Oral

Sudah tau donk tentang seks oral kan #SahabatOBS?? Nah beberapa IMS (Infeksi Menular Seksual) dapat ditularkan melalui oral sex. Menggunakan kondom atau penghalang lain saat melakukan seks oral dapat mengurangi penularan IMS. Meskipun seks oral membawa resiko penularan HIV yang cukup rendah dibanding dengan bentuk seksual lainnya, tetapi pemaparan tanpa pelindung yang berulang dapat meningkatkan risiko penularan. (Baca juga: HIV & Oral Sex)

Picture: dailystar.co.uk

Seks oral yaitu kegiatan seksual yang melibatkan penggunaan mulut, bibir atau lidah untuk merangsang penis (fellatio), vagina (cunnilingus) atau anus (anilingus) dari pasangan seksual. Penis/testis/vagina/daerah sekitar vagina juga disebut sebagai alat kelamin atau daerah genital.

Ada kemungkinan untuk tertular beberapa IMS di mulut atau tenggorokan karena memberikan seks oral kepada pasangan dengan infeksi genital atau dubur, terutama dari pemberian seks oral kepada pasangan yang sudah memiliki IMS. Memiliki lebih dari 1 jenis IMS yang berbeda dalam satu waktu juga mungkin, misalnya di tenggorokan dan alat kelamin. Beberapa IMS yang mungkin ditularkan melalui seks oral kemudian dapat menyebar ke seluruh tubuh orang yang terinfeksi. Jika Anda terinfeksi IMS, mungkin Anda tidak mengetahuinya karena banyak IMS yang munngkin tidak memiliki gejala. (Baca juga: Infeksi Nosokomial sebagai penyebab ODHA ditolak dari RS?)

IMS yang bisa ditularkan lewat seks oral yaitu seperti klamidia, gonore, sipilis, herpes, HPV, HIV, Trikomoniasis.

Apakah Seks oral lebih aman dari seks Vaginal atau Anal?

Banyak IMS yang dapat menyebar melalui seks oral. Namun, memang sulit untuk membandingkan risiko yang tepat antara IMS yang spesifik dari jenis aktivitas seksual tertentu. Hal ini karena sebagian orang yang melakukan seks oral juga melakukan seks vaginal atau anal. Pada beberapa penelitian juga ditemukan selain HIV, IMS juga merupakan risiko dari seks oral pada vagina atau anus jika dibandingkan oral seks pada penis.

Pada penelitian lain juga telah ditunjukkan bahwa risiko terkena HIV dari hubungan seks oral dengan pasangan yang terinfeksi jauh lebih rendah daripada risiko terinfeksi HIV dari seks anal atau vaginal dengan pasangan yang terinfeksi. Ini mungkin tidak berlaku bagi IMS lain. (Baca juga: Apa Gejala Saya Terinfeksi HIV?)

Melakukan seks oral tanpa menggunakan pengaman dengan berulang kali mempunyai risiko yang cukup besar untuk penyebaran HIV serta IMS lain, dimana pengetahuan mengenai seks oral masih belum dipahami dengan baik. Contohnya jika seseorang memiliki infeksi klamidia dan gonore di tenggorokan mungkin akan mempermudah penyebaran infeksi ini ke orang lain melalui seks oral. Hal ini penting diketahui terutama untuk gonore, karena infeksi tenggorokan lebih sulit ditangani daripada infeksi saluran kencing, genital atau dubur. Selain itu, infeksi mulut dan tenggorokan oleh beberapa jenis HPV dapat berkembang menjadi kanker mulut atau leher. (Baca juga: Suami Istri HIV Positif Apa Masih Perlu Kondom?)

Apa yang Dapat Meningkatkan Peluang untuk Menularkan atau Ditularkan Melalui Seks Oral?

Beberapa faktor meningkatnya seseorang tertular HIV atau IMS lain melalui seks oral jika berhubungan dengan pasangan yang telah terinfeksi, seperti:

  1. Rendahnya kesehatan mulut yang dapat mencakup kerusakan gigi, penyakit gusi atau gusi berdarah dan kanker mulut. (Baca juga: Cara Mengatasi Gangguan Pada Mulut)
  2. Memiliki luka di mulut atau di alat kelamin.
  3. Terekspos pra-ejakulasi atau ejakulasi dari pasangan yang terinfeksi

Apa yang Bisa Anda Lakukan untuk Mencegah Penularan IMS Selama Seks Oral?

Anda dapat menurunkan kesempatan untuk menularkan atau ditularkan IMS selama seks oral dengan menggunakan kondom, dental dam (seperti kondom mulut) atau metode pengaman atau penghalang lainnya setiap Anda melakukan hubungan seks oral.

  1.    Untuk seks oral di penis:

–          Tutupi penis dengan kondom latex yang tidak dilumasi.

–          Gunakan kondom plastic (poliuretan) jika Anda atau pasangan alergi terhadap latex.

  1.   Untuk seks ora di vagina atau anus:

–          Gunakan dental dam

–          Potong kondom untuk membuat persegi dan letakan diantara mulut dan vagina pasangan atau anus

Satu-satunya cara untuk menghindari penularan IMS adalah dengan tidak melakukan seks vaginal, anal atau oral.

Jika Anda aktif secara seksual, Anda dapat melakukan hal berikut untuk menurunkan resiko tertular terhadap IMS:

  1. Setia terhadap satu pasangan dalam jangan waktu yang panjang dengan pasangan yang tidak terinfeksi IMS (misal, pasangan telah memeriksakan diri dan memiliki hasil tes IMS negative).
  2. Menggunakan kondom lateks dengan cara yang benar setiap kali berhubungan seks.

Penting untuk diingat bahwa banyak individu yang terinfeksi IMS mungkin tidak menyadari karena IMS sering tidak memiliki gejala dan tidak dikenali. (Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan TORCH pada ODHA)

Sumber: https://www.cdc.gov/std/healthcomm/stdfact-stdriskandoralsex.htm

 

 

Share This Post

Post Comment