STOP ARV?

STOP ARV?

Baru-baru ini OBS menerima keluhan dari beberapa #SahabatOBS yang jenuh minum ARV, padahal pengobatannya bisa dibilang baru seumur jagung, dibandingkan dengan ODHA lainnya yang sudah belasan atau lebih yang sudah menjalani terapi ARV. Ada juga yang pernah berhenti karena tergiur dari kelompok seberang yang menentang ARV.

Terapi ARV merupakan komitmen seumur hidup. Bagi sebagian besar orang yang hidup dengan HIV (ODHA), sekali dimulai maka treatment ini harus dijalani dengan sepenuh hati, dengan pengawasan tenaga medis, namun hal ini lebih mudah untuk diucapkan daripada dilaksanakan.

Namun ada beberapa kasus dimana terapi ARV bisa dihentikan buat sementara. Penghentian terapi ARV buat sementara ini disebut juga sebagai “drug holidays.”

Kasus penghentian sementara ini harus didiskusikan terlebih dahulu dengan penyedia layanan kesehatan kamu. Dalam hal apapun, kamu tidak diperbolehkan untuk menghentikan terapi ARV dengan sendirinya. Penghentian terapi ini bisa jadi berakibat fatal, maka harus mendapatkan pengawasan dari dokter kamu.

Apakah Penghentian Terapi ARV ini Diperlukan?
Menurut kebanyakan ahli dalam bidang HIV (seperti dalam panduan HIV yang diterbitkan oleh U.S. Department for Health and Human Services (DHHS) dan the International AIDS Society-USA (IAS-USA)) sekali dimulainya terapi ARV, maka terapi itu harus diteruskan selamanya. Tetapi ada beberapa kondisi dimana seorang pasien dapat menghentikan terapi ARV secara sementara, yaitu:

  • Mendapatkan efek samping atau keracunan obat yang mengharuskan terapi dihentikan.
  • Kesakitan lain yang dapat meningkatkan efek samping atau membuat pasien mengalami kesulitan menelan dan atau menyerap obat yang ditelan.
  • Penolakan perjalanan luar negeri. Bagi banyak traveler, membawa obat HIV keluar negeri dapat menjadi hal yang menyebalkan. Beberapa negara bahkan melarang pelancong yang HIV positif. Walaupun sangat tidak direkomendasikan, menghentikan terapi ARV ketika bepergian ke luar negeri mungkin menjadi satu-satunya jalan agar tidak teridentifikasi sebagai ODHA ketika memasuki negara-negara dengan larangan masuknya ODHA.
  • Operasi yang mengharuskan pasien untuk tidak memasukkan apapun melalui mulut (cairan, makanan, obat) selama 12 jam sebelum dan atau sesudah operasi.
  • Ketidaktersediaan ARV, misal stok obat di layanan mengalami gangguan atau karena kondisi darurat lain.
  • Menjadi peserta dalam tes klinis pengobatan. Beberapa penelitian di luar negeri untuk menemukan obat yang benar-benar dapat menyembuhkan HIV, termasuk terapi gen atau immune-based therapies semisal vaksin, ODHA yang mengikuti percobaan ini mungkin akan diminta untuk menghentikan pengobatan HIV mereka. Selama masa penelitian ini, ODHA yang mengikuti penelitian akan dilihat bagaimana kondisi virus dan sistem pertahanan tubuhnya.
  • Kehamilan. ARV memainkan peran penting untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi yang dikandungnya. Namun karena bebrapa sebab, treatmen ini dapat dihentikan sementara karena sang ibu mengalami mual dan muntah hebat selama awal masa kehamilan. Penghentian ini harus melihat kondisi CD4 sang Ibu.

Ketika treatment ARV harus dihentikan, sebaiknya juga menghentikan semua jenis ARV yang diminum (kecuali bagi yang menggunakan ARV jenis fixed dose combination). Bahkan penghentian ini sebaiknya direncanakan terlebih dahulu, misal karena operasi atau bepergian ke luar negeri.

Terdapat beberapa hal untuk dipertimbangkan:

Apakah kamu menggunakan ARV dengan kandungan efavirenz atau nevirapine? Jika kamu hendak melakukan penghentian sementara terapi, dan pengobatan kamu mengandung salah satu obat ini, maka sebaiknya rencanakan dengan hati-hati. Karena kedua jenis obat ini berada dalam darah lebih lama jika dibandingkan obat lainnya. Jika kamu masih mengkonsumsi ARV yang terdiri dari beberapa butir (bukan jenis yang sebutir sehari) maka sebaiknya kamu menghentikan obat efavirenz atau nevirapine terlebih dahulu selama beberapa hari bahkan seminggu sebelum menghentikan obat lainnya. Menghentikan efavirenz atau nevirapine bersamaan dengan obat lainnya akan mengakibatkan kandungan efavirenz atau nevirapine masih terdapat di dalam darah sementara kandungan obat lain telah hilang, hal ini dapat membuat virus kebal terhadap efavirenz atau nevirapine. Sayangnya belum ada hasil klinis pasti seberapa lama penggunaan efavirenz atau nevirapine ini harus dihentikan sebelum menghentikan obat jenis lainnya.

Apakah kamu menggunakan ARV yang harus diminum bersamaaan dengan makanan? Jika kamu tidak meminum obat yang mengandung efavirenz atau nevirapine, tetapi meminum jenis obat yang sebaiknya diminum bersamaan dengan makanan, maka sebaiknya obat dihentikan secara bersamaan. Jika kamu menghentikan terapi karena hendak operasi, ubah jadwal minum ARV kamu setidaknya 12 jam sebelum waktu operasi. Dan kamu seharusnya kembali melakukan terapi secepatnya setelah diperbolehkan seusai operasi selesai.

Jika kamu tidak menggunakan obat yang mengandung efavirenz atau nevirapine atau tidak meminum obat yang sebaiknya berbarengan dnegan makanan, maka kamu bisa menghentikan terapi secara serentak.

Pasien HIV yang juga terdiagnosa hepatitis B harus ekstra hati-hati jika hendak menghentikan pengobatan. Jika kamu terkena hepatitis B dan meminum obat dengan kandungan lamivudine, emtricitabine, tenofovir, zidovudine/lamivudine, tenofovir/emtricitabine, abacavir/lamivudine, abacavir/zidovudine/lamivudine, atau efavirenz/tenofovir/emtricitabine, menghentikan pengobatan dengan tiba-tiba dapat menyebabkan hati meradang, karena enzym di hati akan melonjak secara mendadak dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut di hati. Jika kamu HIV positif yang juga pasien hepatitis B dan memerlukan penghentian sementara pengobatan, maka diperlukan pengawasan ketat terhadap enzym hati setidaknya sampai terapi dimulai kembali.

Apapun alasannya, penghentian sementara terapi ARV atau “drug holidays” harus sepengetahuan dokter dan mendapatkan pengawasan berkala.

Sumber:

Incoming search terms:

  • mengehentikan ARV

Share this post

Post Comment