Tes HIV Generasi IV

Tes HIV Generasi IV

Kita ngga membahas generasi Y atau generasi milenial, tapi generasinya tes HIV lho ya, jangan pada salah paham. Tes HIV pada generasi sebelum-sebelumnya membutuhkan waktu lama (berbulan-bulan) untuk dapat mendeteksi terjadinya infeksi HIV.

Tes HIV generasi keempat merupakan tes yang memeriksa baik antibodi DAN antigen. Antigen adalah protein pada permukaan partikel virus HIV. Antibodi adalah produk dari sistem kekebalan tubuh dalam merespon adanya antigen HIV. Mereka berdua ibarat gembok dengan kunci.

Tes generasi IV ini disebut juga Tes p24, nama itu berasal dari protein 24, protein utama dalam virus HIV, yang disebut juga Tri-Dot dan Duo tests.

Generasi tes III biasanya baru mampu mendeteksi infeksi setelah 6-8 minggu pasca pajanan (ingat ya, pasca dibaca pasca bukan paska ?), biasanya klinik bilangnya 3 bulan, di sinilah istilah window period 3 bulan muncul. Tes generasi III ini hanya melakukan tes terhadap antibodi. Sedangkan tes generasi II akan memakan waktu lebih lama lagi untuk dapat mendeteksi terjadinya infeksi.

Tes HIV generasi IV ini dapat mendeteksi infeksi dalam 3-4 minggu setelah terpapar virus HIV, karena dalam masa ini jumlah antigen p24 menjadi cukup tingggi untuk dapat diukur. Tiap orang mempunyai perkembangan antigen yang berbeda-beda, maka dianjurkan agar tes dilakukan setelah 28 hari pasca pajanan. BTW pajanan itu apa semacam jajanan pasar ?? Pajanan adalah saat kita terduga tertular oleh HIV entah karena tindakan beresiko atau hal lainnya.

Jika hasil tes yang dilakukan pada 28 hari tersebut hasilnya negatif, maka sebaiknya tes diulang lagi 8 minggu kemudian untuk mengkonfirmasi ulang, walaupun menurut panduan dari negara Inggris (BASHH, 2014) mengatakan bahwa jika hasil negatif (non reaktif) pada tes hari ke-28 maka hasil tersebut adalah bagus untuk sebagian besar orang.

Sumber:

Incoming search terms:

Share this post

Post Comment