Just in case
"Viral Load untuk melihat keberhasilan pengobatan HIV, Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan."

Jangan Merasa Sendiri

Pertanyaan yang sering masuk melalui konseling online #ODHABerhakSehat: Kak ada ngga teman-teman ODHA di kotaku, ada ngga kelompok ODHA, ada ngga…

Wajar jika #SahabatOBS merasa sendirian setelah vonis itu keluar setelah kita melakukan tes HIV. Menjadi ODHA bukan akhir dari segalanya kok. kita masih bisa terus berkarya, terus sehat, dengan melakukan terapi ARV secara teratur.

Masih terdapatnya stigma dan diskriminasi dari masyarakat sekitar membuat ODHA menyembunyikan statusnya, bahkan untuk mengakses ARV sendiri kadang-kadang teman-teman ODHA mengambil ke luar kota.

Dengan kondisi demikian, maka dirasa perlu untuk dibentuk kelompok dukungan bagi ODHA terutama bagi yang baru saja terdiagnosa HIV positif. Apa sih KDS itu ? KDS (kelompok Dukungan Sebaya) adalah sebuah wadah yang dibentuk oleh teman-teman ODHA (tidak semua anggotanya ODHA) untuk mendukung dan berbagi informasi kepada teman-teman sebaya lain yang baru mengetahui status HIV-nya. Sebaya di sini diartikan dengan senasib-sepenanggungan (sama-sama terdampak oleh HIV AIDS), atau pun memiliki latar belakang faktor resiko infeksi yang sama (pengguna narkoba suntik [penasun] dan pasangan, melalui transmisi seksual [pekerja seks, gay,waria, dll]).

Keuntungan Dukungan Sebaya

  • Mengurangi isolasi
  • Meningkatkan dukungan sosial
  • Mengurangi stigma
  • Mengurangi sumber intimidasi dari dukungan
  • Membantu berbagi pengalaman
  • Membantu orang untuk melihat bahwa hidup dengan HIV dan atau penyakit lain (dan efek sampingnya) adalah mungkin
  • Mengurangi ketergantungan pada petugas kesehatan
  • Mengurangi beban kerja petugas kesehatan
  • Meningkatkan kualitas hidup bagi Pasien

Di daerah-daerah sudah banyak terbentuk KDS-KDS, bila #SahabatOBS memiliki informasi mengenai keberadaan KDS di sekitar tempat tinggalnya, bantu menginformasikannya di kolom komentar ya. Ditunggu lho infonya.

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • jangan merasa